Hukum Meminum ASI Istri

May 12, 2009 at 2:11 am (Knowledge) (, , )

Allah Subhaanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya:

“Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan.” [Al-Baqarah:223]

Dan Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Tidak ada menyusui yang menimbulkan hubungan mahram kecuali apa yang memenuhi perut sebelum (usia) sapih.” [Riwayat At-Tirmidzi, no. 1152, dan dia berkata: hadits hasan sahih]

Berdasarkan dalil Al-Quran dan hadits ini, para ‘ulama Ahlus Sunnah Wal Jama’ah memastikan bahwa menyusui menimbulkan hubungan mahram hanya jika dilakukan pada usia dua tahun pertama.

Setelah memahami hal yang paling mendasar ini, kita lihat tentang suami yang meminum air susu istrinya, berdasarkan laporan beberapa sahabat.

Abdul Razzaq dalam kitabnya Al-Mushannaf meriwayatkan dari Abu Atiyah Al Waadi’i yang berkata:

“Seorang pria mendatangi Ibnu Mas’ud rodhiyallahu anhu dan berkata: ‘Aku bersama istriku yang air susunya sedang penuh. Aku menghisapnya dan kemudian memuntahkannya…’ …. Lalu Ibnu Mas’ud berdiri, memegang tangan pria itu dan berkata: ‘Apa menurutmu ini adalah seorang bayi? (yang dimaksud) menyusui adalah yang menambah daging dan darah.’ …”

Abdullah bin Umar rodhiyallahu anhu berkata: “Tidak ada (dampak) menyusui kecuali bagi yang disusui ketika bayi, tidak ada (dampak) menyusui bagi orang dewasa.” [Al-Muwatta Imam Maalik dengan sanah sahih]

Dalam Al-Muwatta juga diriwayatkan kisah shahih tentang seorang wanita yang sengaja menyusui budak perempuannya dengan niatan agar perempuan itu menjadi mahram bagi suaminya. Umar bin Khaththab rodhiyallahu anhu membantah dan menjelaskan bahwa tindakan wanita tersebut salah dan tidak menjadikan perempuan yang disusuinya mahram bagi suaminya.

Berdasarkan riwayat-riwayat di atas, ulama besar zaman ini, Syaikh Ibnu Salih Al-Utsaimin rahimahullah menjawab pertanyaan anda:

“Menyusui seorang dewasa tidak menimbulkan dampak apapun, karena menyusui yang menimbulkan dampak (hubungan mahram) adalah yang mengenyangkan dalam jangka waktu dua tahun pertama sebelum usia sapih. Maka dengan berdasar dalil ini, jika terjadi seorang pria menyusu kepada istrinya ataupun meminum air susunya, pria itu tidak menjadi anaknya.” [Fataawa Islamiyah, 338]

About these ads

3 Comments

  1. vandana kamaliyah said,

    sepakat………………………(bisa dilihat di kitab Bajuri & Fathul qorib).
    Minum za mas sepuasnya g apa2…+ sehat kok….!!! hahaha : ))

  2. freza said,

    hahahaha biar sehat bang

  3. mukhlis salumpu said,

    nikmat lho…….. seperti bayi lagi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: